Jasa Pembuatan Website
Website memiliki peran penting untuk meningkatkan profit usaha Anda hingga 100 kali lipat. Kenapa bisa demikian? Karena produk Anda bisa dilihat lebih banyak orang di seluruh dunia 24 jam 7 hari.. Kami Hadir untuk membantu anda dalam pembuatan website yang cepat, elegan, dan profesional dengan biaya yang terjangkau. Layanan kami meliputi:
- Website Lembaga dan Organisasi kemasarakatan
- Website Perusahaan
- Website sekolah
- Website Berita
- Web Blog (personal)
- Web Store (Toko Online) dll
More info:
+62 81318484574
+62 81281719000
PIN BB: 22400EF3
PIN BB: 2313535F
Newsletter
Sebagian Clien Kami
Web Store

Website Lembaga Pendidikan

Website Rumah Ibadah

Website Cave, Restoran

Website Organisasi Kemasyarakatan

Website Perusahaan

|
|
|
| Ditulis oleh admin JDS |
|
Harapan (hope) dapat dimaknai sebagai keinginan untuk meraih sesuatu. Seorang pakar menyebutkan, orang yang tingkat harapannya tinggi biasanya memiliki cara untuk mencapai tujuannya. Ketika mengalami suatu hambatan, dirinya dengan mudah akan mengambil jalan lain, tetapi tetap menjaga tingkat harapan yang dimiliki. Kualitas menjalani kehidupan tergantung pada kemampuan menyikapi setiap persoalan atau kendala. Sikap terbaik dalam menghadapi suatu “kendala” adalah dengan menganggapnya sebagai “tantangan” atau “peluang”, bukan rintangan atau halangan. Orang yang kuat pengharapannya menganggap “kendala” sebagai “tantangan” atau “peluang”. Sebaliknya, seseorang yang rendah pengharapannya bahkan tidak memiliki harapan (dan pesimisme) menyikapi “kendala” sebagai “rintangan” atau “halangan”. Dr. Martin EP Seligman, seorang psikolog Amerika dan penulis buku-buku self-help mengatakan, orang yang tingkat harapannya tinggi biasanya memiliki “suara hati” (inner-voice) positif, seperti; “aku pasti bisa melewati ini”. Kata “ini” menunjukkan adanya suatu persoalan atau “kendala”, sedangkan perkataan “aku pasti bisa melewati” menandakan “optimisme”. Di balik perkataan; “aku pasti bisa melewati ini”, terkandung suatu “harapan” tertentu. “Harapan” inilah yang menjadi penggerak sehingga orang terdorong untuk mewujudkannya melalui proses yang logis. Semakin hebat harapan dan upaya yang dilakukan – termasuk dengan dukungan sumber daya lain lain yang dibutuhkan – , semakin besar munculnya optimisme. Harapan mengembangkan ketekunan dan sikap pantang menyerah. Dalai Lama, pemimpin spiritual Tibet, Cina, pernah mengatakan, “Anda mungkin bertanya; mengapa kita selalu berpegang teguh pada harapan. Ini karena harapan adalah hal yang membuat kita bisa terus melangkah dengan mantap, berdiri teguh, di mana pengharapan adalah sebuah awal.” sikolog C.R. Snyder (1994) menegaskan, “Hope is the sum of the mental willpower and way power that you have for your goal”. Dari pemahaman ini, maka di dalam harapan terkandung tiga elemen dasar, yaitu; tujuan (goal), keinginan kuat (willpower), dan jalan keluar (way power). Dari ketiga unsur tersebut, tujuan (goal) dianggap merupakan komponen penting paling utama dari suatu harapan. Perlu pula disadari, kehidupan ini tidak luput dari munculnya keajaiban-keajaiban. Faktanya, banyak orang yang memiliki harapan terhadap sesuatu yang menurut kita tidak mungkin, ternyata harapannya malah terwujud. Di sinilah bukti dari kemahakuasaan Allah. Sesuatu yang tidak mungkin menurut akal manusia, segalanya menjadi mungkin apabila disandarkan pada kuasa-Nya. Namun begitu, dalam meraih suatu harapan, kita tidak dibenarkan untuk selalu mengharap datangnya keajaiban. Keajaiban biarlah urusan atau menjadi hak prerogatif Tuhan. Urusan kita adalah meraih harapan melalui upaya-upaya logis yang menjadi sunatullah. Seorang bijak mengatakan, harapan merupakan awal dari segalanya. Harapan akan membuat seseorang tetap tegak dan menatap jauh ke depan tatkala begitu banyak tantangan yang dihadapi. Newer news items:
Older news items:
|



