Jasa Pembuatan Website

Website memiliki peran penting untuk meningkatkan profit usaha Anda hingga 100  kali lipat. Kenapa bisa demikian? Karena produk Anda bisa dilihat lebih banyak orang di seluruh dunia 24 jam 7 hari.. Kami Hadir untuk membantu anda dalam pembuatan website yang cepat, elegan, dan profesional dengan biaya yang terjangkau. Layanan kami meliputi:

  • Website Lembaga dan Organisasi kemasarakatan
  • Website Perusahaan
  • Website sekolah
  • Website Berita
  • Web Blog (personal)
  • Web Store (Toko Online)  dll

More info:

+62 81318484574

+62 81281719000

PIN BB: 22400EF3

PIN BB: 2313535F

Berbisnis untuk Ibadah

Cetak Email
 Dibaca: 919 kali.

Berbisnis dalam Islam, tidak boleh sekadar mengejar keuntungan, melainkan juga berorientasi kepada sikap ta’awun (menolong orang lain). Sikap ta’awun lainnya yang mesti dikembangkan adalah ikhlas melayani. Ikhlas melayani termasuk prinsip dasar yang ditunjukkan Nabi dalam berbisnis. Di antara perwujudan dari ikhlas melayani adalah ramah terhadap mitra bisnis atau pembeli. Keramahan dapat mendekatkan hubungan antara pedagang dengan relasi bisnis dan pelanggan. Nabi Muhammad saw  bersabda, “Allah merahmati seseorang yang ramah dan toleran dalam berbisnis” (HR. Bukhari dan Tarmizi)

Masih dalam sabdanya, “ Rahmat Allah atas orang yang berbaik hati ketika ia menjual dan membeli, dan ketika ia membuat keputusan” (HR. Bukhari)
Ikhlas melayani mengarah terciptanya kualitas pelayanan yang baik. Menurut Roy Sembel dalam “Menang dengan Pelayanan Sepenuh Hati” (2003), dasar dari sebuah bisnis adalah kualitas pelayanan terhadap pelanggan. Memberikan perhatian (care) secara total kepada pelanggan merupakan cara yang dapat ditempuh dalam mencapai tujuan tersebut. Tanpa disertai pelayanan yang baik, produk dan jasa yang kita tawarkan menjadi tidak menarik. Pelayanan dapat menjadi “pembeda” atau “keunggulan” tertentu yang bisa diberikan seorang pebisnis.

Dalam “Service with Emotional Quotient”, Patricia Patton, sebagaimana dikemukakan Sembel, menyebutkan, kualitas pelayanan sepenuh hati bersumber pada sikap atau perilaku yang menunjukkan; kegairahan (passionate), progresif (progressive), proaktif (proactive), dan positif (positive) dari pihak yang memberikan pelayanan, termasuk dari pedagang atau pebisnisnya.

Keempat sikap atau perilaku tersebut sesungguhnya telah melekat dalam praktik bisnis Rasulullah saw.. Bahkan, optimalisasi dari sikap/perilaku ini bukan hanya berorientasi demi tujuan duniawi-materi (business oriented) sebagaimana mendasari teori Patton, melainkan mengandung tujuan yang lebih bermakna (ibadah oriented) sebagaimana melandasi bisnis Muhammad Saw.

Bagi pebisnis muslim, sesungguhnya “keuntungan” selalu menyertai seandainya motivasi berbisnis dan praktik bisnis yang diterapkannya sesuai dengan ajaran Islam. Keuntungan ini mencakup dua hal: materi dan/atau pahala.


Newer news items:
Older news items:

 
RocketTheme Joomla Templates